Menunggu itu membosankan. Maka menunggulah sambil melakukan hal yang menarik. Menulis misalnya

Menulis itu memperpanjang kesabaran. Kok bisa? Sangat bisa. Orang yang sedang menulis setidaknya mengalami 4 fase berikut :

  1. Merenung.
  2. Menulis.
  3. Membaca ulang.
  4. Mengevaluasi.

Siklusnya bisa saja lebih panjang dan kembali ke nomor satu jika ada banyak hal yang harus direvisi.

Sebagai penulis yang belum terkenal-terkenal juga, apalagi kaya raya, saya mulai memanfaatkan waktu untuk menulis.

Ada banyak kegiatan yang tadinya ga ada hubungannya sama membaca atau menulis akhirnya kini selalu terkait dengan dua aktivitas itu.

Salah satu momen yang kini saya maksimalkan untuk menulis adalah ketika menunggu.

Menunggu bisa banyak hal. Menunggu di bandara, menunggu kotoran segera keluar dari tubuh atau menunggu waktu untuk tidur.

Setidak-tidaknya bengong bisa sedikit berguna, daripada melulu kebayang Anri Okita atau artis cakep lainnya.

Menunggu sambil menulis juga akan melatih skill menulis setidaknya mempertajam pikiran dan membiasakan otak berpikir secara sistematis.

Penulis ya harus menulis. Apalagi masih level berjuang, jadi ga boleh manja. Terus tingkatkan skill dimanapun dan kapanpun.

Kalau kamu gimana gaes? Apa juga sering nulis sambil boker?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s