Kecewa (Setelah) Beli Artikel

Berawal dari kesulitan menulis rutin untuk sekian puluh blog, daku berinisiatif membeli artikel dari teman-teman

Para penyedia jasa artikel memang bukan hal yang baru.

Di Facebook atau marketplace, banyak penulis yang menjajakan artikelnya. Aku juga pernah menekuni bisnis ini.

Menulis memang asyik tapi kalau tujuannya adalah duit, maka harus pintar-pintar mengelola waktu, tenaga dan pikiran. Termasuk modal.

Jujur dari semua penyedia jasa artikel yang aku coba, tidak ada yang memuaskan.

Baru kemaren nemu satu yang cukup bagus dan potensial. Semoga jodoh sama beliau.

Lainnya?

Maaf, tapi payah banget! Entah buku SEO karangan siapa yang mereka baca tapi hasilnya fatal. Jelek pake parah! Cuma pesen sekali sesudah itu cukup.

Daku bukan tipe orang yang suka langsung bilang, “Tuan tulisanmu buruk! Tidak bisakah kau membedakan awalan di untuk kata kerja dan di dengan keterangan waktu/tempat?”

Daku biasanya hanya berterima kasih dan ga bakalan kontak lagi. Jika ada blogger/korporat yang tanya? Ya ga bakalan aku rekomendasikan ke mereka.

Untuk para penulis, jika memang sudah buka jasa dan menetapkan harga, maka seriuslah.

Apa kalian tidak mau ada repeat order? Mau, khan?

Lantas apa yang membuat daku sebal dengan mereka? Mau tahu? Oke ini beberapa diantaranya :

  • Menetapkan deadline sendiri (ingat mereka sendiri yang menetapkan deadline) tapi dilanggar sendiri. Alasannya sungguh merendahkan : ada banyak order. Lha kenapa elu terima, Mukidal?
  • Tulisan tipo parah. Bahkan judul dan sub-judul juga tipo.
  • Masih soal teknik dasar. Banyak yang salah dalam hal PUEBI, contoh penggunaan imbuhan.
  • Malas riset.
  • Pengulangan berulang kali. Apakah ini demi memenuhi jumlah kata?
  • Ga paham cara menulis yang sistematis. Harusnya kalau pake logika deduksi ya deduksi terus. Jangan loncat-loncat kaya kucing garong.
  • SEO? SEO darimana? Keyword density jelek banget. LSI juga kacau. Ga pake sinonim, kata kunci turunan, dll.
  • Banyak kata/frasa/kalimat yang harusnya ga perlu ada.
  • Diksi-nya mengerikan. Tulisan bener-bener ga hidup.

Overall jelek banget, baik untuk robot apalagi manusia.

Satu yang bikin daku heran, ketika daku searching blog ataupun tulisan mereka yang lain, ada yang bagus kok.

Gua jadi mikir : kok anying bener ni orang!

Akhirnya ada empat hipotesa yang daku buat :

  • Mereka beli artikel yang bagus buat blognya. Kuwang ajhar dong kalo beneran.
  • Kalo buat diri sendiri dibagusin, kalo orderan dikerjain sepenuh hati. Wah ga bakalan sukses antum!
  • Mereka berkepribadian ganda. Ato kesurupan. Jadi kadang bisa nulis bagus.
  • Sindikat. Mereka lempar order ke penulis lain yang kualifikasinya lebih jelek.

Akhirul kata: gua trauma. Tinggal satu stok penjual artikel yang bakalan gua keep dan semoga bisa memuaskan.

Kalo kamu gimana? Punya pengalaman serupa?

Penulis: Adi Saja

Saya Adi, seorang blogger dan content creator. Saya menulis tentang berbagai topik di banyak platform. Blog ini saya gunakan untuk merangkum semua kegiatan menulis, blogging dan berkonten saya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s