Tips Menulis Artikel Dalam 20 Menit

Menulis Artikel Dalam 20 Menit

Banyak yang bilang menulis artikel itu susah. Apa benar?

Menulis artikel itu gampang kok, asal tahu caranya. Bahkan kamu bisa melakukannya dalam waktu hanya 20 menit saja.

Dalam tulisan kali ini, aku akan bagikan tips menulis artikel 500 kata bahkan lebih dalam waktu super cepat, yakni 20 menitan.

Berikut tipsnya :

  • Pastikan kamu tahu apa yang mau kamu tulis. Ini mencakup jenis artikel, topik, gambaran alurnya, dll.
  • Pecah topik menjadi sub-topik.
  • Tulis 3 kalimat untuk masing-masing sub topik.
  • Kasih pengantar di awal artikel.
  • Tulis kesimpulan di akhir artikel.
  • Beri data pendukung. Contoh : menurut riset dari situs abc, ternyata jumlah pria yang menyukai warna pink semakin hari semakin banyak. Survey itu dilakukan di Jakarta pada awal tahun 2020.
  • Edit >>> publish
  • Bisa kasih gambar atau eksternal link.

Tentu kualitas artikel bisa saja jelek karena cuma ditulis 20 menitan. Eh tapi kalau kamu sudah terbiasa, artikelmu akan membaik seiring berjalannya waktu.

Intinya sih rajin latihan aja. Aku masih sering kok nulis di WP atau Tumblr pake jurus itu. Biar pikiran makin tajam dan gak kesurupan karena bengong.

Itu dulu ya. Nanti kalau ada aku tambahin. Semoga bermanfaat.

Flash Fiction

Menulis flashfiction
Menulis Genre Flashfiction

Salah satu resolusiku untuk tahun 2020 adalah mempelajari skill menulis flash fiction atau cerita mini.

Walau belum ada ketentuan baku mengenai berapa jumlah kata sebuah karangan hingga sah disebut flash fiction, tak masalah bagiku.

Flash fiction terlihat menarik karena ini menantang diriku untuk memampatkan elemen yang ada hingga benar-benar padat. Namun tetap menarik.

Sepanjang tahun 2019, ada ratusan artikel, cerpen, advertorial dan lainnya yang sempat kutulis. Namun aku juga mencoba membuat dan menggubah riddle. Dari sanalah aku makin percaya diri untuk mempelajari flash fiction.

Ada yang punya keinginan yang sama?

#flashfiction #menulis #resolusi #bloggerindonesia

Menunggu Sambil Menulis

Menunggu itu membosankan. Maka menunggulah sambil melakukan hal yang menarik. Menulis misalnya

Menulis itu memperpanjang kesabaran. Kok bisa? Sangat bisa. Orang yang sedang menulis setidaknya mengalami 4 fase berikut :

  1. Merenung.
  2. Menulis.
  3. Membaca ulang.
  4. Mengevaluasi.

Siklusnya bisa saja lebih panjang dan kembali ke nomor satu jika ada banyak hal yang harus direvisi.

Sebagai penulis yang belum terkenal-terkenal juga, apalagi kaya raya, saya mulai memanfaatkan waktu untuk menulis.

Ada banyak kegiatan yang tadinya ga ada hubungannya sama membaca atau menulis akhirnya kini selalu terkait dengan dua aktivitas itu.

Salah satu momen yang kini saya maksimalkan untuk menulis adalah ketika menunggu.

Menunggu bisa banyak hal. Menunggu di bandara, menunggu kotoran segera keluar dari tubuh atau menunggu waktu untuk tidur.

Setidak-tidaknya bengong bisa sedikit berguna, daripada melulu kebayang Anri Okita atau artis cakep lainnya.

Menunggu sambil menulis juga akan melatih skill menulis setidaknya mempertajam pikiran dan membiasakan otak berpikir secara sistematis.

Penulis ya harus menulis. Apalagi masih level berjuang, jadi ga boleh manja. Terus tingkatkan skill dimanapun dan kapanpun.

Kalau kamu gimana gaes? Apa juga sering nulis sambil boker?