Menulis Tipis Tipis

Menulis adalah berpikir

Sebenarnya hari ini bukan jadwal untuk menulis blog. Aku punya agenda di kantor. Namun ternyata semua itu bisa selesai lebih cepat. Maka waktu luangpun bertambah.

Waktu luang adalah sebuah titik kecil yang sangat berarti. Di dalam dunia yang makin kapitalistik seperti sekarang, titik ini makin mengecil.

Menulis itu berpikir. Dan berpikir itu adalah kewajiban umat manusia. Maka menulis sejatinya adalah tugas kita sebagai manusia.

Aku tak ingin titik-titik mungil yang tercipta itu terhapus dengan tanpa makna. Padahal ada banyak hal di dunia yang perlu dibereskan, setidaknya di alam pikira n. Maka menulis menjadi opsi terbaik.

Menulis membuat manusia tetap terjaga dan waspada

Adi

Orang yang tidak awas dan waspada akan mudah terperosok dalam ketololan dan intrik dari sesamanya.

Menulis melibatkan banyak aktifitas dalam diri. Ia membuat manusia tetap kuat dan cerdas. Menulis menjaga agar seseorang tetap menjadi manusia. Mana ada trenggiling atau baboon bisa menulis?

Maka dari itu aku memilih menjadi penulis. Setidaknya penulis partikelir yang belum terkenal juga. Ah siapa mau tenar namun sekarat dompetnya?

Karena aku penulis, maka aku menulis, walau tipis-tipis. Syukur pada teknologi ada banyak platform dewasa ini. Mulai dari blog, media sosial hingga grup alumni. Bahkan jika perlu aku ingin menulis setiap hari.

Menulis tipis-tipis sangat bermanfaat untuk diriku. Ini seperti mengasah otak dan menambah jam terbang. Siapa tahu ada yang tertarik baca lalu mempekerjakanku sebagai penulis. Semua berhak bermimpi dan punya keinginan. Bahkan seorang pria polos yang dengan gagahnya mengatakan ingin hidup seribu tahun lagi.

J.K Rowling menulis di sela-sela perjalanannya naik kereta. Pram menulis di dalam penjara dengan potensi modar setiap saat oleh mulut senapan tentara. Bahkan katanya dulu, seorang gadis Belanda berdarah Yahudi hidup di balik tembok persembunyian sambil rutin menulis Diarry.

Menulis tipis-tipis seperti menikmati kopi sachet instan yang penuh rasa mania yang aneh. Walau begitu tetap nikmat dibanding tidam ngopi sama sekali.

Menulis tidak pernah merugikan siapapun. Justru orang yang jarang menulis berpotensi membunuh nalar sehatnya.

Penulis Petualang

Menulislah selagi bisa

Menulis itu mudah, namun membuat tulisan yang bagus itu tak akan pernah mudah.

Adi

Sudah banyak yang berubah sejak saya meninggalkan WordPress beberapa tahun lalu. Ya, saya memang seorang petualang. Mengawali menulis di Friendster, lalu Blogspot, WordPress, Wix, Medium, Weebly, Blogspot lagi, Facebook, akhirnya mencoba kembali menjajal WP. Belum termasuk beberapa blockchain, autogenerated dan media (massa) elektronik.

Ada banyak hal yang luar biasa di sini. Berbagai perubahan mendasar dan fundamental yang membuat saya mau tak mau harus belajar lagi. Bukan, ini bukan tentang SEO atau bagaimana-cara-membuat-gambar-yang-menarik. Ini tentang struktur dan fitur yang ada di wordpress. Hebat, lengkap namun sedikit membingungkan.

Semua memang berubah dan harus berubah. Sayapun berubah. Begitupula Anda. Di sadari atau tidak perubahan adalah hal yang paling absolut di alam semesta ini.

Lantas kenapa saya harus membuang waktu dan tenaga untuk membuat satu blog lagi?

Tentu saja karena ada alasannya. Namun satu yang paling utama, saya butuh tempat untuk menyimpang ide, milestones, dan progress menulis saya.

Facebook sudah terlalu fokus pada bisnis. Quora menghapus fitur blog. Medium masih untuk penutur bahasa Inggris. Sedang Blogspot dan Tumblr sudah saya gunakan untuk tujuan lain. Maka akhirnya saya memilih platform ini, Adi’s Blog dengan alamat Adinotes.home.blog.

Sebenarnya tidak terlalu SEO, namun sekali lagi ini bukan tentang menulis untuk trafik. Maka nama apapun tak masalah. Dan url domain itu saya rasa juga tak buruk.

Di pos pertama ini, saya tulis sambil menenggak Red Bull, sekaleng minuman lunak yang harganya cukup bikin geleng-geleng untuk seorang penulis berkasta proletar macam saya.

Namun menulis itu memang tak pernah mudah, apalagi jika ingin menghasilkan tulisan yang bagus. Ada yang butuh kopi, rokok, wanita, atau kombinasi dari semuanya itu.

Semoga blog ini tidak terlantar seperti beberapa blog lainnya. Saya tak ingin mengumbar optimisme, terlebih dengan semua perubahan dari WP. Walau begitu, ini adalah tantangan agar tangan makin terlatih dan otak makin tajam dalam merangkai kata demi kata.

Adi.

Semoga bermanfaat.