Sibuk Bikin Puisi

Sajak itu memperkecil jarak. Puisi itu mengobati nurani. Mengusir sepi. Tapi tak bisa mengusir lapar.

Adi

Ada berita apa hari ini? Hidup yang semakin pelik? Akrobat politik. Atau perselingkuhan para artis demi upaya menaikkan trafik? Ah, tai.

Sibuk berbahagia dan bikin puisi

Semuanya bikin hati tambah susah. Pikiran panas dan badan gampang sakit. Maka dari itu saya saranken untuk jauh-jauh dengan media. Bahkan kamu yang kerja di sana. Jalani hidup seperti boker. Fokus pada apa yang harus dilakukan. Setelah itu flush……. lega!

Inilah salah satu kebajikan yang luput dari pandangan para motivator. Jangan kepo maksimal. Hiduplah secara minimal. Jangan sampaibada waktu luang. Kalau ada mending tidur. Bisa ngimpi ketemu Dian Sastro. Lumayan.

Atau pilih lakukan hal berguna lainnya. Menulis puisi misalnya. Lumayan bikn otak mikir bareng-bareng sama hati. Biasanya dua entinitas itu jalan sendiri-sendiri.

Lalu bagaimana? Apa kabar dengan kemampuan? Gampang, tulis aja yang dipikirkan. Kalau jelek ya diedit. Butuh inspirasi, baca deh banyak kok contoh puisi yang keren.

Bercinta (Kembali) Dengan Puisi lewat Jason Ranti

Puisi di era musik indie

Aku tak ingin menangis. Menahan gerimis. Di sepanjang lorong itu aku tak punya nyali.

Anjir benar lirik di atas. Padat kata namun bernas. Sungguh Jason bukan hanya penyanyi fenomenal. Dia juga penyair nakal.

Lahir di kala Orde Baru masih mengkangkangi Indonesia, daku seorang yang suka baca majalah. Bobo, Mentari Putera Harapan, hingga Pembina Pramuka kulahap. Apa yang dicari? Salah satunya kolom puisi.

Apa kabar anak digital, yang katanya bisa menghasilkan uang di atas bantal?

Rasa-rasanya puisi harus bertransformasi. Dulu Kantata Takwa sekarang Jason Ranti.

Jason Ranti adalah penyanyi indie yang sakti. Sekilas mukanya rada mirip Che Guevarra dari Amerika Latin.

Ia gondrong dan pandai bikin lirik songong. Tak percaya, cerna saja lagu-lagunya. Kuambil gelek sebatang contohnya. Atau Hidup Hanya Numpang Ketawa.

Semoga saja banyak yang seperti ini. Ia kujejalkan di playlist bersanding dengan fortwnty dan Letto. Menikmati puisi dari kacamata musik indie.

Senja-senja tai anjing. Kopi mahal sahabat para borjuis dan hiperbola fenomena hujan yang sebenarnya biasa saja sudah muak aku baca.

Jeje akan terus berkarya. Ia mungkin bisa meroket dan terkenal atau lenyap dari hingar bingar. Tapi puisi harus tetap hidup.

Daripada ngedengerin tetangga sialan yang nyetel dangdutan tiap hari atau ketika hajatan dengan salon raksasa yang bikin kuping pedih, memang mending dengerin bapak-bapak gondrong yang wajah imutnya bikin gadis melolong.