
Invasi website koran benar-benar luar biasa. Alih-alih bersaing dengan para blogger yang sudah lama menguasai internet, mereka merekrutnya. Sungguh strategi yang jitu.
Jadi jangan heran jika di Facebook atau Twitter bermunculan iklan mencari penulis. Tapi jangan salah, karena media tersebut tidak menggaji penulis yang membuat artikel. Heran? Namanya juga Indonesia!
Jadi penulis itu diberikan semacam sub-domain dan diminta menulis artikel dalam jumlah yang bisa dibilang sangat banyak secara konsisten. Tentu ini tuntutan yang tidak main-main.
Lalu darimana mereka dapat keuntungan? Dari bagi hasil! Penulis mendapatkan beberapa rupiah untuk setiap 1 julah tayang (biasa disebut pageviews), misal 10 rupiah untuk 1 pageviews.
Benar, kalau bisa dapat 10.000 pembaca setiap hari, ya cuma dapat 100.000, padahal rada-rada mustahil jaman sekarang sub-domain baru mendapat demikian, meski ada segelintir yang sukses dan dijadikan motivasi untuk perekrutan baru.
Dua Sudut Pandang

Dari sudut pandang media, mereka memberikan sub-domain kepada penulis dan mungkin semacam template untuk menulis layout berita.
Tapi gaji sebenarnya tidak ada. Karena ini sistemnya mitra. Media tidak lagi punya kewajiban menggaji wartawan yang membuat tulisan karena sudah ada para penulis sub-domain ini. Kasarannya begitu ya gaes!
Dari sisi penulis, selain menulis secara clicbait demi berebut pembaca, mereka juga harus mempelejari SEO dan tentu saja mencari pembaca. Sudah menulis masih mencari pembaca. Kalau tidak ya bayarannya sedikit.
Masih belum jelas bagaimana status dari sub-domain tersebut, apakah menjadi milik penulis dengan syarat dan kondisi tertentu atau hanya dipinjamkan saja.
Kenapa Tidak Coba Blog Personal Saja, Kawan?

Daripada seperti itu, sebenarnya masih ada jalan mendapatkan uang dari blog. Seperti misalnya AdSense, sebuah teknik lama yang tetap dipuja.
Cobalah membuat blog atau media sendiri. Itu full milikmu pribadi, jadi kamu bebas untuk mengaturnya.
Memang ada anggapan sub-domain dari media berita jauh lebih mudah untuk bersaing di internet atau SERP. Tetapi apakah itu mutlak? Tentu saja tidak. Statusnya dan peluangnya sama, antara sub-domain dari media berita dan blog pribadi/blog personal.
Kamu bisa lihat beberapa contoh blog personal yang masih kuat dan berjaya. Trafiknya melimpah dan berhasil dimonetisasi.
Mereka bisa bikin deadline dan target sendiri dan jika monetisasi berhasil, entah dengan PPC ataupun Affiliate, maka pendapatan semua menjadi milik mereka. Tidak ada sistem bagi hasil.
Dua contoh blog personal yang masih berjaya adalah blog Mas Iwan Banaran dan Pak Aina Mulyana. Yang pertama membahas otomotif yang kedua membahas pendidikan.
Dahulu Alm. Mas Liudin juga sangat berjaya dengan blognya bernama Shiq4 yang membahas aneka tips menulis yang renyah.
Tapi itu semua kembali ke Anda. Mau jadi penulis tanpa gaji tetapi dapat uang dari sistem bagi hasil, itu pilihan Anda. Atau mau menerima tantangan dengan membangun blog personal, itu juga pilihan Anda. Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing.




