Sibuk Bikin Puisi

Sajak itu memperkecil jarak. Puisi itu mengobati nurani. Mengusir sepi. Tapi tak bisa mengusir lapar.

Adi

Ada berita apa hari ini? Hidup yang semakin pelik? Akrobat politik. Atau perselingkuhan para artis demi upaya menaikkan trafik? Ah, tai.

Sibuk berbahagia dan bikin puisi

Semuanya bikin hati tambah susah. Pikiran panas dan badan gampang sakit. Maka dari itu saya saranken untuk jauh-jauh dengan media. Bahkan kamu yang kerja di sana. Jalani hidup seperti boker. Fokus pada apa yang harus dilakukan. Setelah itu flush……. lega!

Inilah salah satu kebajikan yang luput dari pandangan para motivator. Jangan kepo maksimal. Hiduplah secara minimal. Jangan sampaibada waktu luang. Kalau ada mending tidur. Bisa ngimpi ketemu Dian Sastro. Lumayan.

Atau pilih lakukan hal berguna lainnya. Menulis puisi misalnya. Lumayan bikn otak mikir bareng-bareng sama hati. Biasanya dua entinitas itu jalan sendiri-sendiri.

Lalu bagaimana? Apa kabar dengan kemampuan? Gampang, tulis aja yang dipikirkan. Kalau jelek ya diedit. Butuh inspirasi, baca deh banyak kok contoh puisi yang keren.

Ulang Tahun Ibu

Ibu adalah kitab suci yang menuntunku percaya keberadaan Tuhan

Adi

Hari ini ibuku ulang tahun. Aku justru tahu dari adikku. Anak macam apa aku ini. Sudah yang paling sulung namun paling tidak berprestasi.

Kuhela nafas. Uang tinggal sedikit, untuk biaya hidup juga pas-pasan. Tapi ibu wajib diberi hadiah. Setidaknya untuk membuatnya tersenyum.

Kubuka celengan khusus, hasil dari salah satu cabang aku mengais rejeki. Beberapa lembar kuambil dan kutambah dari dompet pribadi. Kumasukkan amplop. Semoga semesta meridhoi usahaku. Kutulis selembar kertas pertanda selamat dan maaf belum bisa jadi orang sukses.

Ibu adalah hadiah dari Tuhan. Sampai saat ini aku belum berjumpa Yahwe atau melihat Yesus, namun aku bisa melihat ibu dan bertemu dengannya setiap saat. Dari sana aku percaya Tuhan itu ada. Yahwe itu nyata. Dan Yesus itu sungguhan.

Terima kasih Tuhan sudah memberiku hadiah indah berupa ibu yang baik. Ada banyak bunda terkutuk yang bisa melahirkan tapi langsung membunuh bayinya. Atau menelantarkan mereka dengan sejuta pembenaran. Ibuku miskin harta tapi hatinya lebih indah dari emas Baginda Sulaiman.

Ia mengajarku seperti Imam Eli mengajar Samuel sebelum menjadi Imam Agung Bangsa Israel. Ia adalah kitab suci yang menuntunku pada benar dan salah boleh dan tidak. Walau tentu saja pengetahuannya terbatas dan sering juga tidak tepat.

Selamat ulang tahun ibu, dari anakmu yang belum sukses. Yang masih mencoba mengais rejeki dari menulis di wordpress.

Jadwal Tidur Kacau

Kerja Keras

Ada bahaya mengintaiku. Jadwal tidurku kacau. Post ini kutulis pukul 1.52 pagi. Damn!

Rasanya tidak ada rasa kantuk sama sekali. Padahal sedari siang cukup banyak aktifitas.

Ini hari ketiga aku susah tidur. Badan rasanya juga masih segar. Aduh. Apakah ini baik untuk tubuhku? Atau pertanda sedang ada yang salah?

10 Hal Yang Ingin Kubiasakan

Menjadi pribadi yang lebih baik

1. Menjadi pribadi yang lebih tenang.

2. Lebih keras bekerja.

3. Kurangi waktu scrolling socmed.

4. Rajin meditasi.

5. Lebih rutin olahraga.

6. Kurangi rebahan.

7. Jangan boros.

8. Rutin baca artikel bermanfaat.

9. Bekerja dengan target yang jelas.

10. Diet.

Bercinta (Kembali) Dengan Puisi lewat Jason Ranti

Puisi di era musik indie

Aku tak ingin menangis. Menahan gerimis. Di sepanjang lorong itu aku tak punya nyali.

Anjir benar lirik di atas. Padat kata namun bernas. Sungguh Jason bukan hanya penyanyi fenomenal. Dia juga penyair nakal.

Lahir di kala Orde Baru masih mengkangkangi Indonesia, daku seorang yang suka baca majalah. Bobo, Mentari Putera Harapan, hingga Pembina Pramuka kulahap. Apa yang dicari? Salah satunya kolom puisi.

Apa kabar anak digital, yang katanya bisa menghasilkan uang di atas bantal?

Rasa-rasanya puisi harus bertransformasi. Dulu Kantata Takwa sekarang Jason Ranti.

Jason Ranti adalah penyanyi indie yang sakti. Sekilas mukanya rada mirip Che Guevarra dari Amerika Latin.

Ia gondrong dan pandai bikin lirik songong. Tak percaya, cerna saja lagu-lagunya. Kuambil gelek sebatang contohnya. Atau Hidup Hanya Numpang Ketawa.

Semoga saja banyak yang seperti ini. Ia kujejalkan di playlist bersanding dengan fortwnty dan Letto. Menikmati puisi dari kacamata musik indie.

Senja-senja tai anjing. Kopi mahal sahabat para borjuis dan hiperbola fenomena hujan yang sebenarnya biasa saja sudah muak aku baca.

Jeje akan terus berkarya. Ia mungkin bisa meroket dan terkenal atau lenyap dari hingar bingar. Tapi puisi harus tetap hidup.

Daripada ngedengerin tetangga sialan yang nyetel dangdutan tiap hari atau ketika hajatan dengan salon raksasa yang bikin kuping pedih, memang mending dengerin bapak-bapak gondrong yang wajah imutnya bikin gadis melolong.