Ulang Tahun Ibu

Ibu adalah kitab suci yang menuntunku percaya keberadaan Tuhan

Adi

Hari ini ibuku ulang tahun. Aku justru tahu dari adikku. Anak macam apa aku ini. Sudah yang paling sulung namun paling tidak berprestasi.

Kuhela nafas. Uang tinggal sedikit, untuk biaya hidup juga pas-pasan. Tapi ibu wajib diberi hadiah. Setidaknya untuk membuatnya tersenyum.

Kubuka celengan khusus, hasil dari salah satu cabang aku mengais rejeki. Beberapa lembar kuambil dan kutambah dari dompet pribadi. Kumasukkan amplop. Semoga semesta meridhoi usahaku. Kutulis selembar kertas pertanda selamat dan maaf belum bisa jadi orang sukses.

Ibu adalah hadiah dari Tuhan. Sampai saat ini aku belum berjumpa Yahwe atau melihat Yesus, namun aku bisa melihat ibu dan bertemu dengannya setiap saat. Dari sana aku percaya Tuhan itu ada. Yahwe itu nyata. Dan Yesus itu sungguhan.

Terima kasih Tuhan sudah memberiku hadiah indah berupa ibu yang baik. Ada banyak bunda terkutuk yang bisa melahirkan tapi langsung membunuh bayinya. Atau menelantarkan mereka dengan sejuta pembenaran. Ibuku miskin harta tapi hatinya lebih indah dari emas Baginda Sulaiman.

Ia mengajarku seperti Imam Eli mengajar Samuel sebelum menjadi Imam Agung Bangsa Israel. Ia adalah kitab suci yang menuntunku pada benar dan salah boleh dan tidak. Walau tentu saja pengetahuannya terbatas dan sering juga tidak tepat.

Selamat ulang tahun ibu, dari anakmu yang belum sukses. Yang masih mencoba mengais rejeki dari menulis di wordpress.

Jadwal Tidur Kacau

Kerja Keras

Ada bahaya mengintaiku. Jadwal tidurku kacau. Post ini kutulis pukul 1.52 pagi. Damn!

Rasanya tidak ada rasa kantuk sama sekali. Padahal sedari siang cukup banyak aktifitas.

Ini hari ketiga aku susah tidur. Badan rasanya juga masih segar. Aduh. Apakah ini baik untuk tubuhku? Atau pertanda sedang ada yang salah?

Menetapkan Tujuan Menulis

Menetapkan tujuan menulis
Tentukan Tujuan Sebelum Menulis

Semua pasti memiliki tujuan. Keberadaanmu di tempat saat ini dikau berada, nama yang diberikan oleh seorang ayah pada anaknya hingga tampilan iklan sebuah produk. Semua memiliki sesuatu untuk dituju. Setidaknya latar belakang.
Begitupula dengan sebuah tulisan.

Ada tulisan yang bertujuan untuk mencurahkan emosi, karena luapannya begitu pedih untuk keluar melalui kerongkongan atau mulut. Maka tulisan menjadi solusi. Kegetiran dan kisah pilu yang dituturkan melalui tangan yang menari di atas tuts komputer maupun kertas, akhirnya bertujuan untuk sebuah kelepasan.

Ada juga tulisan yang lahir karena kegelisahaan penulis. Ia resah dan galau melihat bangsanya diperbodoh ketololan. Penyembahan pada politik yang begitu massif membuatnya gatal untuk mengedukasi. Ia kritik semuanya, baik lewat sastra maupun jurnalistik. Inilah argumen, atau opini. Bisa juga mengambil bentuk yang lebih halus, semacam cerpen atau novel. Halus tetapi daya ledaknya malah makin dahsyat. Coba tengok sejarah Filipina. Bangsa itu lahir dari perjuangan hebat yang diawali sebuah cerpen. Iya, cerpen.

Selain tujuan yang serius-serius, kadang kita juga butuh menulis untuk iseng. Setidaknya belajar menajamkan pikiran atau memenuhi nazar bedisiplin pada komitmen. Aku menulis setiap hari. Targetku di akhir tahun ini, ada 200 postingan yang tayang melalui Adi Notes.

Tidak perlu panjang, menulis bisa sangat pendek. Sebuah surat berisi dua kalimat, bisa saja mencapai tujuannya : membuat marah pembacanya. Sebuah pronomina disandingkan dengan nama hewan. ‘Kau Anjing’. Cukup singkat dan efektif untuk memulai baku hantam.

Lantas apa tujuan dari tulisan ini. Banyak. Membunuh waktu adalah yang utama. Aku menghindari bengong atau melamun mengenai tumbangnya kapitalisme. Aku juga tak mau mengisi pikiran melulu dengan cara meniduri banyak wanita cantik. Itu semua imajinasi tak berguna. Menuangkan dalam tulisan jauh lebih bermanfaat sekaligus bermartabat.

Semua penulis punya martabat, namun kadang menggadaikannya hanya demi uang kontrak dari penjahat yang super jahat. Merobek persatuan masyarakat dan menanamkan rasa saling curiga melalui artikel klikbait dan kehebohan di media sosial. Penjahat laknat. Penulisnya jauh lebih bangsat.

Percayalah menulis itu menajamkan pikiran dan menjagamu tetap waras. Sebuah formula yang pernah aku singgung di tulisan sebelumnya.

Jadi bagaimana? Sudah mulai ingin menulis? Pertama tentu tetapkan tujuan. Menulis tanpa tujuan juga bisa. Konon, itu teknik yang pernah dipakai para penyair purba. Sialan sekali teknik macam itu bisa menghasilkan karya tak lekang oleh waktu.

Mau mencobanya? Bisa saja, namun tetap kau butuh kata-kata untuk dibuncahkan. Dan kecuali kau mabuk, tentu kau perlu berpikir untuk memilih kata sebelum ditulis, bukan? Itulah tujuan!

Tujuan adalah awal, sebuah alfa yang melahirkan semesta imaji, mengejewantahkan nalar menjadi sesuatu yang bisa dibaca. Itulah transfer pemikiran. Hanya manusia yang bisa. Andai komodo bisa melakukanya, kita sudah lama punah, menyusul burung dodo, harimau jawa atau dinosaurus.

Lain kali akan kubagikan tips menyusun tujuan, sebelum kau melahirkan karya tulismu. Namun saat ini mari meracau bersama, membuktikan bahwa melantur lewat tulisan itu mudah. Coba tebak apa ide utama dari postingan yang kau baca sekarang ini?

Ya, cuma satu. Mengingatkan kalau tujuan itu penting. Sebuah pemikiran sederhana yang ternyata tak habis di bahas dalam sepuluh paragraf. Oh iya lupa, menulis di WordPress itu nikmat. Kau tak perlu mengedit html dan CSS. Jadi paragrafmu renggang dan lega. Enak dicumbu mata pembacamu.

Apa maksudnya? Kalau menulis di Blogspot, kau akan kesusahan dan terus konsisten menjaga paragraf tetap pendek. Tetapi di WordPress, kau bisa bikin sedikit lebih panjang.

Iya, sedikit saja. Kalau terlalu panjang kasihan pacarmu. Ah rasis dan fetish. Gaya khas penyair pria. Seronoknya gak asik. Tapi satu hal bisikku, bodo amat.

Dulu bu guru Bahasa Inggris dan Indonesia mengajarkanmu induksi dan deduksi. Meletakkan pokok masalah di awal atau akhir. Itu bagus, tetapi pada akhirnya menulis tidak seremeh itu. Namun juga tidak sulit. Ingin bisa menulis, ikuti terus blog ini. Setidak-tidaknya tulisanmu akan meningkat beberapa tingkat seperti punyaku. Atau jika kau anggap tulisanku buruk, setidaknya kau punya bahan untuk mengejek.

Mengejek juga perlu bahan bro. Namun pastikan ejekanmu tak membawamu ke dalam masalah besar. Atau jangan-jangan itu yang kau inginkan? Wow, jika demikian, kau akan menjadi penulis hebat.

Sekilas Tentang Menulis Sci-Fi

Imajinasi Tentang Masa Depan

Sci-fi atau science fiction adalah sebuah genre yang berisi kisah imajinasi / fiksi namun melibatkan berbagai teori, teknologi maupun hal-hal yang berkaitan dengan sains.

Dari dulu, kisah sci-fi sangat digemari, khususnya di dunia barat. Mereka menganggap sci-fi adalah percobaan manusia melihat masa depan.

Saya sendiri benar-benar menikmati sci-fi, mulai dari yang klasik seperti cerita Jules Verne sampai epik serial MCU.

Sayangnya di Indonesia, karya sci-fi sangat kurang populer. Padahal ini bisa menjadi sarana untuk memasyarakatkan sains dan iptek. Bisa juga untuk menjadi stimulus bagi munculnya semangat menjadi insan ilmiah yang cerdas dan futuristik.

Ini sekaligus juga peluang bagi kamu yang ingin menjajal genre fiksi ilmiah. Mumpung belum banyak kompetitor.

Menulis Tipis Tipis

Menulis adalah berpikir

Sebenarnya hari ini bukan jadwal untuk menulis blog. Aku punya agenda di kantor. Namun ternyata semua itu bisa selesai lebih cepat. Maka waktu luangpun bertambah.

Waktu luang adalah sebuah titik kecil yang sangat berarti. Di dalam dunia yang makin kapitalistik seperti sekarang, titik ini makin mengecil.

Menulis itu berpikir. Dan berpikir itu adalah kewajiban umat manusia. Maka menulis sejatinya adalah tugas kita sebagai manusia.

Aku tak ingin titik-titik mungil yang tercipta itu terhapus dengan tanpa makna. Padahal ada banyak hal di dunia yang perlu dibereskan, setidaknya di alam pikira n. Maka menulis menjadi opsi terbaik.

Menulis membuat manusia tetap terjaga dan waspada

Adi

Orang yang tidak awas dan waspada akan mudah terperosok dalam ketololan dan intrik dari sesamanya.

Menulis melibatkan banyak aktifitas dalam diri. Ia membuat manusia tetap kuat dan cerdas. Menulis menjaga agar seseorang tetap menjadi manusia. Mana ada trenggiling atau baboon bisa menulis?

Maka dari itu aku memilih menjadi penulis. Setidaknya penulis partikelir yang belum terkenal juga. Ah siapa mau tenar namun sekarat dompetnya?

Karena aku penulis, maka aku menulis, walau tipis-tipis. Syukur pada teknologi ada banyak platform dewasa ini. Mulai dari blog, media sosial hingga grup alumni. Bahkan jika perlu aku ingin menulis setiap hari.

Menulis tipis-tipis sangat bermanfaat untuk diriku. Ini seperti mengasah otak dan menambah jam terbang. Siapa tahu ada yang tertarik baca lalu mempekerjakanku sebagai penulis. Semua berhak bermimpi dan punya keinginan. Bahkan seorang pria polos yang dengan gagahnya mengatakan ingin hidup seribu tahun lagi.

J.K Rowling menulis di sela-sela perjalanannya naik kereta. Pram menulis di dalam penjara dengan potensi modar setiap saat oleh mulut senapan tentara. Bahkan katanya dulu, seorang gadis Belanda berdarah Yahudi hidup di balik tembok persembunyian sambil rutin menulis Diarry.

Menulis tipis-tipis seperti menikmati kopi sachet instan yang penuh rasa mania yang aneh. Walau begitu tetap nikmat dibanding tidam ngopi sama sekali.

Menulis tidak pernah merugikan siapapun. Justru orang yang jarang menulis berpotensi membunuh nalar sehatnya.

Tips Menulis Artikel Dalam 20 Menit

Menulis Artikel Dalam 20 Menit

Banyak yang bilang menulis artikel itu susah. Apa benar?

Menulis artikel itu gampang kok, asal tahu caranya. Bahkan kamu bisa melakukannya dalam waktu hanya 20 menit saja.

Dalam tulisan kali ini, aku akan bagikan tips menulis artikel 500 kata bahkan lebih dalam waktu super cepat, yakni 20 menitan.

Berikut tipsnya :

  • Pastikan kamu tahu apa yang mau kamu tulis. Ini mencakup jenis artikel, topik, gambaran alurnya, dll.
  • Pecah topik menjadi sub-topik.
  • Tulis 3 kalimat untuk masing-masing sub topik.
  • Kasih pengantar di awal artikel.
  • Tulis kesimpulan di akhir artikel.
  • Beri data pendukung. Contoh : menurut riset dari situs abc, ternyata jumlah pria yang menyukai warna pink semakin hari semakin banyak. Survey itu dilakukan di Jakarta pada awal tahun 2020.
  • Edit >>> publish
  • Bisa kasih gambar atau eksternal link.

Tentu kualitas artikel bisa saja jelek karena cuma ditulis 20 menitan. Eh tapi kalau kamu sudah terbiasa, artikelmu akan membaik seiring berjalannya waktu.

Intinya sih rajin latihan aja. Aku masih sering kok nulis di WP atau Tumblr pake jurus itu. Biar pikiran makin tajam dan gak kesurupan karena bengong.

Itu dulu ya. Nanti kalau ada aku tambahin. Semoga bermanfaat.

Flash Fiction

Menulis flashfiction
Menulis Genre Flashfiction

Salah satu resolusiku untuk tahun 2020 adalah mempelajari skill menulis flash fiction atau cerita mini.

Walau belum ada ketentuan baku mengenai berapa jumlah kata sebuah karangan hingga sah disebut flash fiction, tak masalah bagiku.

Flash fiction terlihat menarik karena ini menantang diriku untuk memampatkan elemen yang ada hingga benar-benar padat. Namun tetap menarik.

Sepanjang tahun 2019, ada ratusan artikel, cerpen, advertorial dan lainnya yang sempat kutulis. Namun aku juga mencoba membuat dan menggubah riddle. Dari sanalah aku makin percaya diri untuk mempelajari flash fiction.

Ada yang punya keinginan yang sama?

#flashfiction #menulis #resolusi #bloggerindonesia

Menunggu Sambil Menulis

Menunggu itu membosankan. Maka menunggulah sambil melakukan hal yang menarik. Menulis misalnya

Menulis itu memperpanjang kesabaran. Kok bisa? Sangat bisa. Orang yang sedang menulis setidaknya mengalami 4 fase berikut :

  1. Merenung.
  2. Menulis.
  3. Membaca ulang.
  4. Mengevaluasi.

Siklusnya bisa saja lebih panjang dan kembali ke nomor satu jika ada banyak hal yang harus direvisi.

Sebagai penulis yang belum terkenal-terkenal juga, apalagi kaya raya, saya mulai memanfaatkan waktu untuk menulis.

Ada banyak kegiatan yang tadinya ga ada hubungannya sama membaca atau menulis akhirnya kini selalu terkait dengan dua aktivitas itu.

Salah satu momen yang kini saya maksimalkan untuk menulis adalah ketika menunggu.

Menunggu bisa banyak hal. Menunggu di bandara, menunggu kotoran segera keluar dari tubuh atau menunggu waktu untuk tidur.

Setidak-tidaknya bengong bisa sedikit berguna, daripada melulu kebayang Anri Okita atau artis cakep lainnya.

Menunggu sambil menulis juga akan melatih skill menulis setidaknya mempertajam pikiran dan membiasakan otak berpikir secara sistematis.

Penulis ya harus menulis. Apalagi masih level berjuang, jadi ga boleh manja. Terus tingkatkan skill dimanapun dan kapanpun.

Kalau kamu gimana gaes? Apa juga sering nulis sambil boker?

Penulis Petualang

Menulislah selagi bisa

Menulis itu mudah, namun membuat tulisan yang bagus itu tak akan pernah mudah.

Adi

Sudah banyak yang berubah sejak saya meninggalkan WordPress beberapa tahun lalu. Ya, saya memang seorang petualang. Mengawali menulis di Friendster, lalu Blogspot, WordPress, Wix, Medium, Weebly, Blogspot lagi, Facebook, akhirnya mencoba kembali menjajal WP. Belum termasuk beberapa blockchain, autogenerated dan media (massa) elektronik.

Ada banyak hal yang luar biasa di sini. Berbagai perubahan mendasar dan fundamental yang membuat saya mau tak mau harus belajar lagi. Bukan, ini bukan tentang SEO atau bagaimana-cara-membuat-gambar-yang-menarik. Ini tentang struktur dan fitur yang ada di wordpress. Hebat, lengkap namun sedikit membingungkan.

Semua memang berubah dan harus berubah. Sayapun berubah. Begitupula Anda. Di sadari atau tidak perubahan adalah hal yang paling absolut di alam semesta ini.

Lantas kenapa saya harus membuang waktu dan tenaga untuk membuat satu blog lagi?

Tentu saja karena ada alasannya. Namun satu yang paling utama, saya butuh tempat untuk menyimpang ide, milestones, dan progress menulis saya.

Facebook sudah terlalu fokus pada bisnis. Quora menghapus fitur blog. Medium masih untuk penutur bahasa Inggris. Sedang Blogspot dan Tumblr sudah saya gunakan untuk tujuan lain. Maka akhirnya saya memilih platform ini, Adi’s Blog dengan alamat Adinotes.home.blog.

Sebenarnya tidak terlalu SEO, namun sekali lagi ini bukan tentang menulis untuk trafik. Maka nama apapun tak masalah. Dan url domain itu saya rasa juga tak buruk.

Di pos pertama ini, saya tulis sambil menenggak Red Bull, sekaleng minuman lunak yang harganya cukup bikin geleng-geleng untuk seorang penulis berkasta proletar macam saya.

Namun menulis itu memang tak pernah mudah, apalagi jika ingin menghasilkan tulisan yang bagus. Ada yang butuh kopi, rokok, wanita, atau kombinasi dari semuanya itu.

Semoga blog ini tidak terlantar seperti beberapa blog lainnya. Saya tak ingin mengumbar optimisme, terlebih dengan semua perubahan dari WP. Walau begitu, ini adalah tantangan agar tangan makin terlatih dan otak makin tajam dalam merangkai kata demi kata.

Adi.

Semoga bermanfaat.